Kampung Ucing atau kucing, dari nama membuat saya tertarik untuk mengeksplor daerah tersebut. Sebenarnya daerah ini sudah lama terkenal dengan Gua nya yang masih perawan. Belum lagi cerita mistis dan beberapa peristiwa nyata yang turut menyertai keberadaan dan eksistensi daerah ini.

Kamopung Ucing, salah satu tempat di Tasikmalaya yang belum banyak dikenal oleh orang di luar Tasikmalaya. Dari Kota Tasikmalaya dibutuhkan waktu tempuh sekitar 1,5-2 jam untuk sampai ke daerah tersebut. Apalagi dengan kondisi jalan sekarang, waktu tempuh bisa menjadi lebih lama.

Apa yang menarik untuk dipotret dari kampung ini?

Setidaknya ada 3 hal yang cukup menonjol, yaitu:

1. Di Kampung ini terdapat sebuah Guha yang cukup panjang dan dalam, namanya Guha Ucing atau Gua Kucing. Panjangnya sekitar 1,5 km terbentang dari Kampung Ucing hingga daerah Parungkadondong Kec. Bojong Asih. Menurut cerita yang berkembang yang di yakini oleh masyarakatnya bahwa dalam gua tersebut di huni oleh ratusan kucing yang berwarna putih yang konon kabarnya kemunculannya tidak terduga kapan.  Penghuni gua lainnya adalah ratusan kelelawar dan binatang melata seperti ular, dll

2. Kampun Ucing, sekitar 15 tahun yang lalu menjadi tempat pembuangan korban pembunuhan pada saat merebaknya “ISUE DUKUN SANTET” di daerah Pulau Jawa. Masyarakat menemukan korban yang meninggal di daerah Kampung Ucing tersebut, sehingga menambah deretan cerita angker terhadapnya.

3. Saat ini, sebuah yayasan telah mulai membangun dan mengembangkan berbagai sarana dan kegiatan di daerah tersebut dengan mengangkat nilai-nilai Tatar Budaya Sunda yang di sebutnya ” KESULTANAN SELACAU” yang mengambil tempat kesultanan di Kampung ini.

Akhirnya kami meninggalkan daerah  ini dengan membawa suasana hening dan berbagai cerita menarik lainnya yang, Insya Allah, menambah  kekayaan bathin, mengalirkan  ketenangan yang mencengkram   setenang Kampung Gua Ucing yang belum tereksploitasi.

About these ads